Adalah cerita, seorang Ayah yg sudah tua, membuat surat wasiat kepada tiga orang putranya.
Ia mempunyai 19 ekor kambing, ia membuat surat wasiat yg bunyinya sbb:
Anak-anakku (A anak tertua, B anak nomer dua, dan C anak termuda), kalau ayah sudah meninggal, kalian mendapat warisan total 19 ekor kambing. Silahkan bagi kambing itu dengan ketentuan sbb:
A: dapat 50%
B: dapat 25%
C: sisanya.
Si Ayah meninggal, ketiga anaknya mengikuti amanah ayahnya.
Mereka kesulitan, masing-masing ingin mendapat bagian kambing dalam keadaan hidup.
A mendapat 50% = 9,5 kambing
B mendapat 25% = 4,75 kambing
C mendapat 19 - (9,5 + 4,75) = 4,75 kambing
Mereka kesulitan, mereka mulai bertengkar, bahkan mereka merasa alm. ayah mereka memberi wasiat yg tak bisa dilaksanakan.
Kegaduhan anak-anak ahli waris ini terdengar oleh seorang Penggembala tua di desa itu. Ia ingin membantu agar persolan mereka dapat diselesaikan. Ia berikan dengan ikhlas seekor kambing miliknya satu-satunya. Menurut perhitungannya kalau mereka punya 20 kambing mudah membaginya.
Ketiga anak berterima kasih, kambing pemberian itu digabung dengan yang 19 ekor, jadilah 20 ekor.
A mengambil bagiannya 50% = 10 ekor
B mengambil bagiannya 25% = 5 ekor
C mengambil sisa dari pemberian alm. ayahnya (19-10-5 = 4)
Jadi mereka telah mengambil 19 ekor, ternyata sisa 1 ekor. Mereka heran, kenapa sisa, lantas mereka sepakat mengembalikan kambing sisa itu kepada pemilik semula.
Penggembala tua itu menerima kembali kambingnya dengan mengucap Syukur Ya Allah, PEMBERIAN IKHLASKU TELAH MENERIMA BALASAN YANG SAMA.
Menurut saya cerita ini menarik.
Bagaimana penjelasannya, kok bisa begitu? Ilmu terapan apa yang didapat?
Yg ingin tau kontak saya di WA 081958179935
Info diluar konteks: Bila ada yag ingin mendidik anak agar cepat pintar, mari bergabung dengan Bisnis SmartEdu, Cara jitu mendidik anak cepat pintar dengan Dr. Hendrik's Method.
